BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
PendidikanmenurutUndang-undang No.
20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS
adalahusahasadardanterencanauntukmewujudkansuasanabelajardan proses
pembelajaran agar
pesertadidiksecaraaktifmengembangkanpotensidirinyauntukmemilikikekuatan
spiritual keagamaan, pengendaliandiri, kepribadian, kecerdasan, akhlakmulia,
sertaketerampilan yang diperlukandirinya, masyarakat, bangsadannegara.
Revolusi di
bidangteknologikomunikasidaninformasiternyatatelahmempengaruhihampirseluruhsendi-sendikehidupanmanusia
modern, termasukdalamduniapendidikandenganmunculnyaistilah-istilahsepertie-learning,
e-book sampaie-education.Revolusiinijugaberpengaruhpadaparadigmapendidikanakan
“tempat” belajar, dimanagedungsekolah yang berdiritegakdenganatapdandindingakansemakintakpopulerkarenamanusiabisabelajar
di manasajadenganbantuanteknologi. Di sini yang
terpentingadalahinteraksimanusiaitudenganmateripelajarandan proses terusannya,
pemahamandanpenguasaanilmu. Di mana (sekolah?) ataukapan (pagiatausiang?)
tidaklagimenjadipertanyaanpentingsebabotakmanusiasekarangsudahterbiasadengankonsepruangdanwaktu
yang bersifatrelatif.
Belajarmerupakansalahsatufaktor yang
mempengaruhidanberperanpentingdalampembentukanpribadidanperilakuindividu.Nana
SyaodihSukmadinata (2005) menyebutkanbahwasebagianterbesarperkembanganindividuberlangsungmelaluikegiatanbelajar.
Moh. Surya (1997) menyebutkan bahwa
belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk
memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari
pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Proses
belajarpadahakekatnyajugamerupakankegiatan mental yang tidakdapatdilihat.
Artinya, proses perubahan yang terjadidalamdiriseseorang yang belajartidakdapatdisaksikan.
Manusiahanyamungkindapatmenyaksikandariadanyagejala-gejalaperubahanperilaku
yang tampak.Olehkarenaitu, George R. Knight (1982: 82)
menganjurkanlebihbanyakkebebasanuntukberekspresibagipesertadidikdanlingkungan
yang lebihterbukasehinggapesertadidikdapatmengerahkanenerginyadengancara yang
efektif. Lebihlanjut, pesertadidikharusdianggapsebagaimakhluk yang dinamis,
sehinggaharusdiberikesempatanuntukmenentukanharapandantujuanmerekadan guru
(pendidik) lebihberperansebagaipenasehat, penunjukjalan, danrekanseperjalanan.
Guru bukanlahsatu-satunya orang yang paling tahu. Olehkarenaitu,
pembelajaranharusberpusatpadapesertadidik (child centered),
tidaktergantungpadatext bookataumetodepengajarantekstual.
B. RumusanMasalah
Adapunmasalah yang ingindiajukanpenulispadamakalahiniyaitusebagaiberikut:
1. Jelaskan
pengertian Strategi Belajar Mengajar ?
2. Jelaskan
hakekat Belajar Mengajar ?
- Sebutkanciri-ciriBelajarMengajar?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar