Sabtu, 09 November 2013

sisdiknas



BAB I
PENDAHULUAN

A.      LatarBelakang
PendidikanmenurutUndang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS adalahusahasadardanterencanauntukmewujudkansuasanabelajardan proses pembelajaran agar pesertadidiksecaraaktifmengembangkanpotensidirinyauntukmemilikikekuatan spiritual keagamaan, pengendaliandiri, kepribadian, kecerdasan, akhlakmulia, sertaketerampilan yang diperlukandirinya, masyarakat, bangsadannegara.
Revolusi di bidangteknologikomunikasidaninformasiternyatatelahmempengaruhihampirseluruhsendi-sendikehidupanmanusia modern, termasukdalamduniapendidikandenganmunculnyaistilah-istilahsepertie-learning, e-book sampaie-education.Revolusiinijugaberpengaruhpadaparadigmapendidikanakan “tempat” belajar, dimanagedungsekolah yang berdiritegakdenganatapdandindingakansemakintakpopulerkarenamanusiabisabelajar di manasajadenganbantuanteknologi. Di sini yang terpentingadalahinteraksimanusiaitudenganmateripelajarandan proses terusannya, pemahamandanpenguasaanilmu. Di mana (sekolah?) ataukapan (pagiatausiang?) tidaklagimenjadipertanyaanpentingsebabotakmanusiasekarangsudahterbiasadengankonsepruangdanwaktu yang bersifatrelatif.
Belajarmerupakansalahsatufaktor yang mempengaruhidanberperanpentingdalampembentukanpribadidanperilakuindividu.Nana SyaodihSukmadinata (2005) menyebutkanbahwasebagianterbesarperkembanganindividuberlangsungmelaluikegiatanbelajar.
Moh. Surya (1997) menyebutkan bahwa belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Proses belajarpadahakekatnyajugamerupakankegiatan mental yang tidakdapatdilihat. Artinya, proses perubahan yang terjadidalamdiriseseorang yang belajartidakdapatdisaksikan.
Manusiahanyamungkindapatmenyaksikandariadanyagejala-gejalaperubahanperilaku yang tampak.Olehkarenaitu, George R. Knight (1982: 82) menganjurkanlebihbanyakkebebasanuntukberekspresibagipesertadidikdanlingkungan yang lebihterbukasehinggapesertadidikdapatmengerahkanenerginyadengancara yang efektif. Lebihlanjut, pesertadidikharusdianggapsebagaimakhluk yang dinamis, sehinggaharusdiberikesempatanuntukmenentukanharapandantujuanmerekadan guru (pendidik) lebihberperansebagaipenasehat, penunjukjalan, danrekanseperjalanan. Guru bukanlahsatu-satunya orang yang paling tahu. Olehkarenaitu, pembelajaranharusberpusatpadapesertadidik (child centered), tidaktergantungpadatext bookataumetodepengajarantekstual.
B.       RumusanMasalah
Adapunmasalah yang ingindiajukanpenulispadamakalahiniyaitusebagaiberikut:
1.      Jelaskan pengertian Strategi Belajar Mengajar ?
2.      Jelaskan hakekat Belajar Mengajar ?
  1. Sebutkanciri-ciriBelajarMengajar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penggunaan ما

Penggunaan ما ( ما استعملات ) Fungsi dan makna ما dalam kalimat ada bermacam-macam: 1.       استفهام (kata tanya). Apa, man...